6 Perbedaan Aki Basah dan Aki Kering

Pada sepeda motor, aki berfungsi sebagai sumber energi listrik untuk digunakan oleh komponen-komponen seperti starter, lampu, dan klakson. Terdapat dua jenis aki di pasaran, yaitu aki basah dan aki kering. Perbedaan paling mendasar adalah aki basah berisi cairan elektroda, sedangkan aki kering berisi gel elektroda.

perbedaan-aki-basah-dan-kering.jpg

Aki Kering

Di bawah ini perbedaan-perbedaan antara aki basah dan aki kering versi farOF selengkapnya :

  1. Aki basah menggunakan elektroda berwujud cairan, sementara elektroda aki kering berbentuk gel.
  2. Cairan elektroda pada aki basah mudah menguap dan cepat berkurang, sedangkan gel yang menguap pada aki kering akan diubah lagi wujudnya menjadi gel. Oleh sebab itu, tingkat keawetannya lebih tinggi.
  3. Apabila dirawat dengan benar, sebenarnya daya tahan aki basah bisa melampaui aki kering. Tetapi, kebanyakan orang merasa malas melakukan perawatan secara rutin, terutama mereka yang masih awam.
  4. Jika elektroda di dalamnya habis, aki basah bisa dengan mudah diisi ulang menggunakan air suling. Namun hal ini tidak bisa dilakukan pada aki kering, dengan kata lain bila elektrodanya habis maka aki harus diganti.
  5. Tingkat kesulitan perawatan aki kering jauh lebih mudah dibandingkan dengan aki basah. Bahkan, aki kering sering diklaim bebas perawatan.
  6. Harga aki kering lebih mahal karena aki ini merupakan pengembangan dari model aki basah.

Itulah tadi keenam faktor yang membedakan dari aki basah dan aki kering. Karena beriklim tropis, sebenarnya sepeda motor di Indonesia lebih baik menggunakan aki basah. Hal ini disebabkan kondisi lingkungan yang panas dapat meningkatkan penguapan cairan aki. Sedangkan, aki kering sebaiknya dipilih apabila anda tidak mau repot merawat aki tersebut.