Perbedaan Udang Segar dan Udang Busuk

Apakah perbedaan antara udang segar dan udang busuk? Ada banyak sekali orang yang mengklaim bahwa makanan favoritnya adalah udang. Hal tersebut bukanlah tanpa alasan karena udang memang mempunyai rasa dan tekstur yang sangat lezat. Aroma yang ditimbulkan oleh masakan berbahan udang juga begitu sedap.

Tahukah Anda, udang bisa ditemukan di semua jenis perairan mulai dari air tawar, air payau, dan air asin. Namun bukan berarti udang yang memiliki habitat alami di air tawar bisa hidup di air asin. Dibandingkan dengan jenis udang yang lainnya, udang air payau mempunyai rasa yang paling enak. Udang tersebut terasa gurih, agak manis, tidak terlalu amis, dan cangkangnya tidak terlalu keras.

perbedaan-udang-segar-busuk.jpg

Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membedakan udang berdasarkan tingkat kesegarannya :

Warna

Pada saat Anda berniat untuk membeli udang, perhatikanlah warnanya terlebih dahulu. Udang yang masih segar umumnya berwarna bening transparan. Tidak lama kemudian, muncul warna kehitam-hitaman di sekujur tubuhnya. Pada kondisi ini, udang masih layak disebut segar. Barulah ketika warna tubuhnya menjadi kemerah-merahan, mutu udang tersebut terbilang menurun. Selang beberapa waktu kemudian, warna tubuh udang akan berubah menjadi kebiru-biruan, pucat, dan memar. Beberapa anggota tubuhnya pun mudah sekali terlepas. Ini menandakan kalau kondisi udang tersebut sudah tidak bagus.

Tekstur

Disarankan belilah udang di fresh market karena Anda bisa mendapatkan udang dalam kondisi yang masih hidup. Namun jika tidak ada fresh market di kota Anda, perhatikan baik-baik tekstur udang tersebut saat memilihnya. Udang yang segar selalu mempunyai tekstur yang padat berisi. Dagingnya sangat pas ada di dalam cangkang, tidak mengerut. Sebaliknya, udang yang sudah mendekati busuk memiliki tekstur yang tidak padat dan mudah hancur bila ditekan.

Lendir

Permukaan tubuh udang yang dipenuhi lendir menandakan kalau kondisinya sudah tidak bagus. Sedangkan udang segar seharusnya tidak memiliki lendir yang berlebihan. Hindari membeli udang yang mempunyai banyak lendir sehingga tubuhnya terasa begitu licin. Sebab udang yang demikian mengindikasikan jika metode penyimpanannya tidak benar atau waktu penyimpanannya sudah cukup lama.

Aroma

Udang yang segar mempunyai aroma amis yang khas mirip seperti aroma ikan tetapi lebih kuat. Aroma tersebut tidak berbau menyengat, tidak berbau busuk, dan tidak menimbulkan perasaan mual. Berbeda dengan udang yang busuk pasti akan mengeluarkan aroma yang tidak sedap menyerupai bangkai. Kerap kali udang busuk ini akan mengundang lalat-lalat untuk berdatangan mengerumuninya.

Masak

Segar tidaknya udang juga bisa diketahui setelah udang tersebut dimasak. Udang segar setelah dimasak akan berwarna kemerah-merahan. Rasanya pun manis serta memiliki tekstur yang kenyal dan lembut. Di sisi lain, udang yang tidak segar akan berwarna putih apabila sudah dimasak. Rasa manis pada dagingnya pun tidak begitu kentara. Sedangkan jika udang tersebut sudah busuk, maka akan mengeluarkan aroma yang tidak sedap dan menimbulkan perasaan mual.